5 Hari Pelaksanaan Haji Dijelaskan, Hari demi Hari
Haji berlangsung selama kurang lebih lima hari pada bulan Dzulhijjah, mulai dari tanggal 8 hingga 12 atau 13. Setiap hari memiliki ibadah tertentu, perpindahan di antara tempat-tempat suci, dan sebuah ritme yang telah diikuti selama berabad-abad. Memahami urutannya sejak awal membantu Anda tetap tenang, mengikuti pembimbing rombongan Anda, dan fokus pada ibadah, bukan pada urusan logistik.
Panduan ini menjelaskan setiap hari secara berurutan sehingga Anda tahu apa yang akan terjadi dan mengapa. Ini adalah panduan umum bagi para jemaah dan bukan pengganti hukum dari ulama yang berkompeten atau instruksi dari rombongan resmi Anda. Detail seperti waktu dan urutan beberapa ibadah dapat berbeda di antara mazhab-mazhab, jadi selalu pastikan dengan pembimbing Anda di lapangan.
Gambaran umum lima hari tersebut
Haji dilaksanakan pada tanggal-tanggal yang tetap, sehingga seluruh jemaah di dunia bergerak bersama-sama. Hari-hari inti adalah tanggal 8, 9, dan 10 Dzulhijjah, diikuti dengan hari-hari Tasyrik pada tanggal 11, 12, dan opsional tanggal 13. Karena kalender Islam mengikuti peredaran bulan, haji jatuh kira-kira sebelas hari lebih awal setiap tahunnya menurut kalender Masehi. Musim haji mendatang diperkirakan berlangsung sekitar akhir Mei 2027.
Rangkaian ibadah ini membawa Anda melalui beberapa tempat di dekat Mekah: Mina, Arafah, dan Muzdalifah, dengan kembali ke Masjidil Haram untuk tawaf. Selalu siapkan identitas Anda, kontak rombongan, dan peta sederhana, karena kerumunannya sangat besar dan Anda akan sangat bergantung pada pembimbing rombongan Anda. Rangkaian ibadah persis yang Anda lakukan juga bergantung pada jenis haji yang Anda niatkan, baik Tamattu, Qiran, atau Ifrad, yang memengaruhi hal-hal seperti kurban dan apakah umrah sebelumnya turut disertakan.
Berikut adalah urutan hari demi hari yang diikuti oleh sebagian besar jemaah. Perlakukan waktu-waktu ini sebagai perkiraan umum, karena rombongan Anda mungkin menyesuaikan perpindahan untuk mengatur kepadatan jemaah. Yang terpenting adalah rukun-rukunnya, terutama wukuf di Arafah, terpenuhi dalam waktu yang sah.
Hari ke-1: 8 Dzulhijjah di Mina
Hari pertama disebut Yawm al-Tarwiyah. Para jemaah memasuki keadaan ihram jika belum melakukannya, dan mengucapkan niat untuk haji sesuai jenis yang mereka laksanakan. Dari Mekah, para jemaah berangkat menuju kota tenda Mina, beberapa kilometer jauhnya, sering kali mulai membaca talbiyah saat mereka berangkat.
Di Mina Anda menempati tenda yang telah ditentukan dan menghabiskan hari serta malam dalam ibadah. Dianjurkan untuk salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh berikutnya di Mina, mengqasar salat yang empat rakaat menjadi dua rakaat tanpa menjamaknya, mengikuti sunah Nabi shallallahu alaihi wasallam. Hari ini relatif tenang dan merupakan waktu yang baik untuk beristirahat serta menjaga cairan tubuh sebelum Arafah. Gunakan waktu ini untuk menenangkan hati Anda, menemukan rombongan Anda, dan membaca talbiyah dengan sering.
- Pastikan ihram dan niat Anda bersama pembimbing Anda.
- Temukan nomor tenda Anda dan fasilitas terdekat.
- Beristirahatlah, minumlah air, dan hemat tenaga Anda untuk hari berikutnya.
Hari ke-2: 9 Dzulhijjah di Arafah
Tanggal 9 adalah hari Arafah, inti dan rukun dari haji. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa haji adalah Arafah. Setelah matahari terbit, para jemaah bergerak dari Mina menuju padang Arafah dan tinggal di sana, sebuah ibadah yang disebut wukuf, yaitu berdiam diri.
Para jemaah menghabiskan sore hari dengan doa, zikir, dan tobat yang sungguh-sungguh hingga matahari terbenam. Banyak rombongan salat Zuhur dan Asar dengan cara dijamak dan diqasar pada waktunya, dan sebuah khutbah secara tradisional disampaikan. Hari ini dianggap sebagai hari terpenting untuk berdoa, dan merupakan hari di mana jemaah yang tulus berharap memperoleh ampunan yang besar. Tidak ada satu bacaan baku pun yang wajib dibaca, jadi curahkanlah kebutuhan Anda sendiri dengan tulus bersama doa-doa yang telah dikenal luas.
Setelah matahari terbenam, tanpa salat Magrib di Arafah, para jemaah berangkat menuju Muzdalifah. Di sana mereka salat Magrib dan Isya dengan cara dijamak, beristirahat semalaman di ruang terbuka di bawah langit, dan mengumpulkan batu-batu kerikil kecil untuk lontaran jumrah yang akan dilakukan berikutnya. Mengumpulkan batu kerikil di sini adalah praktik yang umum, meskipun batu kerikil juga bisa dikumpulkan di tempat lain.
Mengapa Arafah begitu penting
Melewatkan wukuf di Arafah dalam waktu yang sah berarti haji tidak sah, sehingga rombongan merencanakan dengan cermat untuk memastikan setiap jemaah hadir. Ikuti waktu yang ditetapkan pembimbing Anda dengan saksama dan jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatian Anda dari berada di padang Arafah selama jam-jam krusial tersebut.
Hari ke-3: 10 Dzulhijjah dan Iduladha
Tanggal 10 adalah hari tersibuk dan bertepatan dengan Iduladha. Sebelum atau setelah fajar, para jemaah meninggalkan Muzdalifah menuju Mina untuk melaksanakan beberapa ibadah secara berurutan:
- Melontar tiang besar, Jamrat al-Aqabah, dengan tujuh batu kerikil.
- Melaksanakan kurban, qurbani, biasanya diatur melalui voucher atau melalui rombongan Anda, bukan secara langsung.
- Mencukur habis rambut kepala, halq, atau memendekkan rambut, taqsir. Perempuan memotong kira-kira sepanjang ruas jari. Laki-laki sering kali mencukur habis.
- Melaksanakan Tawaf Ifadah mengelilingi Ka'bah, dilanjutkan dengan sa'i antara Safa dan Marwah bagi sebagian besar jemaah.
Setelah melontar jumrah dan mencukur rambut, tahap awal keluar dari ihram pun dimulai, sehingga pakaian sehari-hari dan perawatan diri yang biasa kembali diperbolehkan, dengan pembebasan penuh setelah Tawaf Ifadah. Urutan pasti dari keempat amalan ini dapat bervariasi, dan para ulama memberikan kelonggaran, jadi jangan panik jika keadaan mengubah urutannya. Kurban ini mengenang kesediaan Nabi Ibrahim alaihissalam, dan dagingnya dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.
Hari ke-4 hingga ke-5: hari-hari Tasyrik
Tanggal 11, 12, dan 13 adalah hari-hari Tasyrik, dihabiskan terutama di Mina. Setiap hari para jemaah melontar ketiga jumrah secara berurutan, yaitu jumrah kecil, tengah, dan besar, dengan tujuh batu kerikil pada masing-masing, setelah tengah hari. Hari-hari ini adalah waktu untuk berzikir, dan makan serta minum dianjurkan sebagai bagian dari perayaan. Para jemaah mengucapkan Allahu Akbar setiap kali melempar sebuah batu kerikil.
- Lontarlah ketiga jumrah setiap sore hari sesuai urutan yang benar.
- Habiskan malam di Mina sebagaimana yang dianjurkan.
- Lanjutkan berzikir, bersyukur, dan beristirahat.
Para jemaah yang ingin pulang setelah tanggal 12 dapat melakukannya sebelum matahari terbenam, setelah menyelesaikan dua hari lontaran jumrah, yang diperbolehkan. Mereka yang tinggal hingga tanggal 13 menyelesaikan hari ketiga lontaran jumrah. Kedua pilihan ini sama-sama sah, jadi pilihlah sesuai rencana rombongan Anda dan tenaga Anda. Apa pun yang Anda pilih, patuhi waktu yang dianjurkan untuk melontar jumrah dan tetaplah bersama rombongan Anda di tengah kerumunan padat di sekitar jembatan jumrah.
Tawaf perpisahan
Sebelum meninggalkan Mekah, para jemaah melaksanakan Tawaf Wada, tawaf perpisahan mengelilingi Ka'bah. Ini adalah amalan terakhir dalam haji bagi mereka yang akan pulang dan diwajibkan bagi sebagian besar jemaah, dengan pengecualian bagi perempuan yang sedang haid. Ibadah penutup yang lembut ini menandai berakhirnya sebuah perjalanan yang luar biasa.
Luangkan waktu sejenak untuk berdoa dengan tulus dan bersyukur sebelum Anda berangkat. Banyak jemaah merasakan putaran terakhir ini sangat menyentuh hati, karena mereka meninggalkan Baitullah tanpa mengetahui apakah mereka akan kembali lagi. Usahakan agar tawaf perpisahan sedekat mungkin dengan waktu keberangkatan Anda yang sesungguhnya sesuai jadwal Anda, dan tanyakan kepada pembimbing Anda mengenai waktu pasti yang telah diatur oleh rombongan Anda.
Diterjemahkan oleh tim Umrah.to / Hajj.to. Menemukan kesalahan? Kirim koreksi